Adat Melayu Bengkalis

Bengkalis merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Pulau Bengkalis sendiri wilayahnya terpisah dari Pulau Sumatera dan berada tepat di bagian muara Sungai Siak.

Bengkalis akhir akhir ini cukup dikenal dengan potensi alamnya yang luar biasa. Banyak wisata-wisata yang menarik dan menakjubkan yang tersembunyi di dalam pulau bengkalis.

Meskipun dikenal sebagai penghasil terbesar minyak bumi, namun keindahan alam di Bengkalis juga patut diacungi jempol. Tak heran jika kini makin banyak wisawatan yang berkunjung dan berlibur di kota ini.

Tak hanya kaya akan keindahan alam yang menakjubkan saja, ada banyak hal-hal menarik yang bisa anda temui ketika anda sedang berlibur di Bengkalis. Misalnya saja seperti Adat Melayu Bengkalis yang saat ini mungkin masih terjaga baik oleh masyarakat di daerah tersebut.

Mulai dari acara-acara budaya, hasil seni, rumah adat, dan lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri untuk mampir ke pulau yang satu ini. Bagi anda yang penasaran, berikut ini beberapa adat melayu bengkalis yang dapat anda temukan di tempat inii.

Kompang

Kompang merupakan salah satu seni budaya dari adat melayu Bengkalis. Di bengkalis, seni budaa ini biasanya diadakan untuk memperingati acara perkawinan, menyambut tamu, dan acara-acara besar lainnya. bahkan di daerah Bengkalis, Kompang merupakan hal yang tidak terpisahkan.

Meskipun zaman terus berkembang dan maju, namun tradisi Kompang tidak pernah hilang dimakan zaman. Bahkan hingga kini tradisi Kompang masih sering dipertandingkan antara wilayah satu sama lainnya. Kompang merupakan tradisi memainkan alat music dengan cara dipukul dengan ritme tertentu sehingga indah didengar.

Bagi masyarakat Bengkalis sendiri dikenal dengan Kompang Atraksi, yaitu padupadan antara pertunjukan Kompang Tradisional dengan atraksi gerak.

Budaya seni Kompang sendiri sudah berkembang dari tahun 40-an di bumi Bengkalis, Riau. Hal ini bermula dari seorang tokoh music bernama Pak Maun yang mulai menyebarkan permainan music komoang di bengkalis dan hingga kini berkembang aktif.

Kompang biasanya dimainkan secara beregu., dan cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan tangan secara berirama.

tarian kompang almuzika
Tarian Kompang (by almuzika)

Tarian Zapin Melayu

Tarian zapin merupakan salah satu bukti dari adat Melayu Bengkalis yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Zapin sendiri merupakan tarian khas dari Bengkalis  dengan melayu-melayunya yang tersebar hingga ke berbagai belahan dunia.

Zapin memiliki gerakan yang khas, yaitu gemulai, rancak, hingga patah-patah. Bagi masyarakat Bengkalis, tarian Zapin merupakan denyut nadi yang mengisi dinamika kehidupan masyarakat yang ada di sana.

Sehingga hampir setiap masyarakat Bengkalis tentunya mengenal tarian yang satu ini. bahkan tarian ini juga sering diperlombangkan dalam ajang kesenian Melayu.

Tarian zapin Melayu dikembangkan atas dasar unsur sosial masyarakat yang diungkapkan melalui ekspresi dan wajah. Tarian ini lahir di dalam lingkup masyarakat melayu Riau yang memang penuh dengan nilai seni yang tinggi. Tarian ini berkembang di Nusantara beriringan dengan penyebaran Islam di Indonesia.

Tenun Songket Melayu

Tenun songket Melayu adalah hasil kerajinan tangan dari orang-orang Melayu yang cukup populer diBengkalis. Proses pembuatan kain tenun singket ini dilakukan dengan menenun benang dengan selingan tenunan benang emas atau perak yang memiliki motif dan corak tertentu.

Kain tenun singket khas Melayu ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri serta kaya akan nilai estetika yang menjadi gabungan dari unsur-unsur budaya dari masyarakat Melayu.

Untuk corak dan motif dari kain tenun songket ini memang sangat khas, memperlihatkan kaitan antara hubungan yang terjalin antara manusia dengan alam, baik itu tumbuhan maupun hewan. Dan ragam lainnya yang mencerminkan tentang pandangan hidup manusia.

tarian songket

Awalnya kain tenun songket ini dibuat dengan menggunakan benang sutra yang dikombinasikan dengan benang berwarna emas dan perak. Hal ini dikarenakan pengaruh budaya yang di bawa oleh pedagang Tiongkok.

Namun karena benang sutra memiliki harga yang cukup mahal, maka dalam perkembangannya diganti dnegan menggunakan benang kapas biasa. Namun meskipun begitu tetap ada beberapa kain tenun songket yang menggunakan benang sutra.

Hasil tenunan ain songket tersebut nantinya menunjukkan strata dari masyarakat yang melambangkan  kedudukan dna kemegahan seseorang. Adapun ragam motif yang biasanya umum digunakan dalam kain songket adalah:

  • Motif siku keluang
  • Motif kuntum bunga
  • Motif siku tunggal
  • Motif siku wan
  • Motif daun tunggal
  • Motif mata panah
  • Motif pucuk rebung kaluk pakis
  • Motik tabir bintang
  • Motif pucuk rebung bertali
  • Dan masih banyak lainnya.

Kain songket yang dibuat ini harus melalui 8 peringkat sebelum nantinya menjadi sepotong kain. Dan proses tenunnya sendiri masih menggunakan cara tradisional.

Tradisi Lampu Colok

Tradisi lampu colok ini merupakan salah satu dari adat Melayu Bengkalis. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut datangnya malam takbir dan Idul Fitri. Bahkan tak hanya menjadi tradisi, Lampu Colok ini bahkan diperlombakan antar wilayah serta mendapatkan dukungan dari Pemerintah setempat.

Pemasangan Lampu Colok ini memang sudah menjadi hal yang tak terpisahkan dan selalu dilakukan setiap tahunnya.

Lampu Colok ini terbuat dari bahan dasar kaleng bekas yang diberikan sumbu dan di dalamnya diisikan dengan minyak tanah. Dan kemudian lampu-lampu tersebut disusun seperti bentuk kubah masjid yang dihias dengan kaligrafi.

Tradisi lampu colok ini berawal dari masyarakat yang menginginkan untuk memberikan penerangan di saat Bulan Ramadhan tiba, sekaligus menjadi tradisi untuk mensyiarkan agama Islam dalam bentuk hiasan-hiasan lampu yang islami.

Biasanya tradisi ini dilakukan mulai dari malam ke-27 ramadhan dan menjadi kebanggan bagi masyarakat bengkalis.

Sambal Belacan Khas Bengkalis

Tak hanya seni dan kerajinan saja, ada kuliner yang menjadi ciri khas dari bengkalis dan termasuk ke dalam Adat Melayu Bengkalis yang hingga kini masih sangat populer di masyarakat setempat yaitu Sambal Belacan.

sambal belacan kemendikbud
Sambal Belacan (source: kemendikbud)

Sambal belacan ini menjadi makanan khas dari masyarakat Bengkalis yang terbuat dari cabe kering  yang dimasak dengan menggunakan santan kelapa serta ditaburi dengan belacan. Biasanya makanan ini juga diberi tambahan udang atau rimbang yang membuat cita rasa makanan ini semakin nikmat.

Kuliner khas Bengkalis yang satu ini memang cukup populer, bahkan banyak wisatawan yang berkunjung ke Bengkalis pasti ingin merasakan nikmatnya kuliner yang satu ini. Bahkan kepopuleran dari makanan ini hingga diangkat dalam sebuah film komedi P.Ramlee di tahun 1962. Sehingga jika anda sedang berkunjung ke Bengkalis, jangan sampai terlewat mencicipi kuliner yang satu ini.

Nah itu tadi beberapa adat melayu Bengkalis yang hingga kini masih terjaga dengan baik di masyarakat Bengkalis hingga saat ini. Dan tentu saja hal ini menjadi salah satu kebanggaan yang dimiliki oleh Nusantara kita dan harus tetap kita jaga sampai kapanpun. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *