Berselancar Di Sungai Kampar

Surfing di pantai mungkin merupakan hal yang biasa-biasa saja, namun bagaimana jika melakukan surfing di tengah-tengah sungai? Apakah bisa? Tentu saja bisa.

Fenomena unik ini bisa anda temukan di Sungai Kampar, Riau yang memang sudah terkenal dengan fenomena ombak “bono” nya.

Bahkan anda pun juga bisa mencoba sendiri bagaimana rasanya surfing di sungai dengan ombak yang cukup menantang.

Tentu saja hal ini akan menjadi pengalaman unik yang tidak mudah terlupakan. Bagaimana? Penasaran bukan? Anda bisa mengetahui langsung tentang wisata  Sungai Kampar berikut ini.

Fenomena “Bono”

Sungai unik ini berada di Desa Pulau Muda, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Riau. Sungai Kampar ini dikenal dengan fenomena alam nya yang cukup unik yaitu yang dinamakan Gelombang Bono.

Bono merupakan fenomena alam yang terjadi diakibatkan pertemuan antara arus pasang air laut dan arus pasang air sungai. Namun fenomena seperti ini tidak setiap hari terjadi, hanya waktu-waktu tertentu saja.

berselanjar di sungai kampar
source: dennypedia

Terbentuknya ombak “bono” ini pun juga didukung karena kondisi alam sekitar yang terdapat penyempitan arus dikarenakan adanya pulau muda yang mana membelah muara Sungai Kampar.

Biasanya ombak ini akan datang dengan ditandai suara gemuruh yang menggelegar layaknya Guntur dan diiringi angin yang cukup kencang. Ombak bono ini memiliki ukuran yang sangat besar dengan bentuknya yang bergulung-gulung.

Dengan kecepatan yang tinggi mencapai 40 km/jam dan ketinggian gelombang hingga 4-6 m menjadikannya daya tarik tersendiri di mata para peselancar. Bahkan sudah banyak para peselancar dunia yang mencoba ketangguhan dari ombak di Sungai Kampar ini.

Gelombang Bono juga dikenal dengan nama “gelombang tujuh hantu” atau seven ghosts karena bentuk gelombangnya yang dapat mencapai hingga 7 lapis gelombang secara berurutan dan menciptakan sebuah barrel(kubah).

Uniknya, gelombang bono ini juga dapat bergulung-gulung dalam waktu yang cukup lama hingga mencapai 2 jam. Tentu saja hal ini berbeda dengan ombak-ombak yang biasanya anda temukan di lautan. Namun karena ini lah, Sungai Kampar tidak direkomendasikan untuk peselancar pemula.

Terbentuknya Gelombang Bono

Gelombang Bono ini biasanya terjadi pada tanggal 10-20 Bulan Melayu di dalam tahun Arab. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Bulan Purnama atau Bulan Besar. Dan untuk gelombang Bono yang berukuran besar, biasanya akan terjadi pada tanggal 13-16 pada Bulan Melayu di dalam tahun Arab.

Biasanya gelombang yang terjadi berwarna putih dan coklat, hal ini dikarenakan mengikuti warna dari air sungai Kampar.  Selain waktu-waktu itu, gelombang Bono juga dapat terjadi saat bulan Mati, yaitu di saat awal bulan dan akhir bulan.

Gelombang Bono atau bono wave ini terjadi ketika terdapat pasang naik di lautan yang kemudian memasuki Sungai Kampar. Kecepatan arus Sungai Kampar yang menuju ke lautan akan berbenturan dengan arus dari air laut  yang akan memasuki Sungai Kampar.

Karena benturan inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya gelombang Bono. Puncak dari gelombang bono ini akan terjadi saat bulan besar beserta diiringi dengan hujan yang sangat deras di area hulu Sungai Kampar.

Derasnya air sungai yang diakibatkan hujan ini lah yang akan berbenturan dengan pasang air laut. Awal mula terjadinya gelombang Bono akan terdengar bunyi gemuruh yang akan semakin keras seiring dengan makin besarnya gelombang Bono.

Karena besarnya gelombang Bono ini tak heran jika gelombang ombak ini mampu membuat area di sekitarnya menjadi banjir selama beberapa saat. Biasnaya perkampungan yang ada di tepian Sungai Kampar akan terendam air setinggi lutut orang dewasa dalam waktu kurang lebih 1 jam.

Sejarah Gelombang Bono

Gelombang Bono ini pertama kali ditemukan oleh beberapa peselancar internasional dari Perancis dan Brazil yang ingin menjajal langsung kehebatan dari ombak Bono ini.

Semenjak saat itu lah Sungai Kampar mulai banyak dilirik peselancar-peselancar, mulai dari lokal hingga internasional.

Keberadaan dari Wisata Sungai Kampar ini memang masih terbilang baru namun terus dikembangkan oleh pemerintah setempat menjadi wisata yang cukup berpotensi bahkan hingga dapat menarik wisatawan asing sekalipun.

Pada tanggal 9-14 februari, fenomena gelombang Bono ini menjadi sorotan dunia dan sudah tercatat dalam Guinness World Records sebagai tempat berselancar terlama  serta terpanjang dalam kelas dunia.

Akses Menuju Lokasi Sungai Kampar

Untuk menuju lokasi wisata Sungai Kampar ini, dari kota Pekanbaru anda harus menuju Pangkana Kerinci yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Pelalawan. Perjalanan dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 70 km yang dapat ditempuh dalam waktu 1.5 jam perjalanan.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan alternative lainnya menggunakan travel atau yang disebut dengan superben. Untuk biayanya sendiri skeitar 20 ribu rupiah saja.

Setelah sampai di Pangkalan Kerinci, perjalanan di lanjutkan menuju Teluk Meranti dengan menggunakan mobil sewaan sekitar 50 ribu rupiah/orang. Biasanya terminal dair mobil rental ini ada di Hotel Meranti Pangkalan Kerinci. Selanjutnya perjalanan ke Teluk Meranti bisa ditempuh sekitar 4 jam.

Selain jalur darat, pengunjung yang akan menuju Sungai Kampar dapat menggunakan transportasi air. Perjalanan dari Pangkalan Kerinci ke Teluk Meranti dapat ditempuh sekitar 2 jam saja. Dan kemudian ari Teluk Meranti menuju Tanjung Sebayang, terdapat beberapa speedboat yang bisa anda sewa.

Untuk tariff sewa speedboat dengan kapasitas 6-8 orang adalah sekitar 300 ribu rupiah. Namun sayangnya, saat menjelang kemunculan gelombang bono, tidak semua speedboat yang bisa mengantar pengunjung yang akan ke Tanjung Sebayang.

Hal ini karena kemunculan dari gelombang Bono memang cukup berbahaya dan sangat sulit untuk memperkirakan kondisi di Sungai Kampar.

Akomodasi di area Sungai Kampar

Jika pengunjung ingin menginap, ada beberapa homestay-homestay sederhana yang berada di Teluk Meranti yang dapat disewa. Untuk tariff kamarnya pun terbilang sangat terjangkau.penginapan yang paling terkenal di tempat tersebut adalah “Mega Lestari” yang memiliki 8 kamar dengan fasilitas kipas angin. Penginapan dengan fasilitas standard hotel di Pekanbaru Riau pada  umumnya masih baru tersedia di area pusat kota.

Dan untuk tempat makan, ada beberapa tempat makan yang menawarkan beragam sajian makanan. Meskipun tidak mewah, namun benar-benar memiliki cita rasa yang mengunggah selera.

Tips Berselancar Di Sungai Kampar

Bagi pengunjung yang berkeinginan untuk berselancar di Sungai Kampar ini, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan.

  • Bagi peselancar yang baru pertama kali datang ke tempat ini, perlu memahami jika gelombang Sungai Kampar sifatnya berbeda dibandingkan dengan lautan terbuka. Hal ini karena kekuatan dari gelombang  yang berasal dari kedua sisi  setelah memukul bagian kedua tanggul Sungai.
  • Banyak kabar yang menceritakan jika bagian sungai dan tepian dihuni oleh ular dan buaya. Sedangkan utnuk buaya, sebagain besar berada di daerah hulu. Sehingga perlu berhati-hati saat akan berselancar
  • Karena berselancar di Sungai Kampar berbeda dan cukup berbahaya, maka diusahakan untuk menggunakan jasa perusahaan atau organisasi yang sudah berpengalaman dan paham kondisi lokal setempat

Jika anda tak ingin berselancar di Sungai Kampar, ada banyak kegiatan seru lainnya yang bisa anda coba, seperti menyewa sepeda motor dan berkeliling menjelajah kegiatan-kegiatan pedesaan setempat.

Jika dulunya gelombang Bono merupakan hal yang cukup menakutkan untuk masyarakat sekitar. Kini Sungai Kampar menjadi wisata andalan dengan daya tariknya yang cukup unik. Bahkan peselancar duni sekalipun benar-benar mengangumi kehebatan dari Ombak “Bono Kampar” ini. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *